Biasanya majas hiperbola digunakan untuk menciptakan kesan seperti pujian yang begitu mendalam atau untuk meminta perhatian lebih. Berikut ini hasil analisis untuk setiap kata pada baris puisi di atas: Objek yang digunakan adalah benda mati seperti pada kata air, sang awan, petir, dan angin. Objek benda mati tersebut seolah-olah menjadi hidup
Merenda Kasih Lyrics: Saat bintang datang / Tampak jelas di awan / Ingin ku menggapai kejora / Kan kupeluk sungguh / Menghapus duka di diri / Tiada lelah ku menanti dan tunggu / Harapan yang dulu kau.
Ini menggenapi firman Tuhan: ‘Lihatlah, Dia datang dengan awan-awan; dan setiap mata akan melihat-Nya, juga mereka yang menikam Dia: dan semua orang di bumi akan meratap karena Dia. Jadilah
Foto tersebut dijepret oleh seorang pilot yang terbang di atas Samudra Atlantik. Di postingan tersebut, pilot mengatakan “belum pernah melihat yang seperti itu”. Dari diskusi netizen, ada yang mengatakan bahwa “oh musim terbaru Stranger Things sangat gila”, mengacu pada kemiripan awan di dunia Upside Down yang ada di serial Netflix
Kesan umum setelah melewati proses di atas tidak jauh berbeda dengan Antologi Cerpen Seri 1 (2018). Ada cerpen yang cukup baik menggarap konflik. Akan tetapi sebagian di antaranya masih seperti catatan harian dan tanpa upaya menyajikan konflik yang dibangun secara terencana. Ada kecenderungan tokoh-tokoh
Di bawah bulan malam ini, tiada setitik pun awan di langit. Dan bulan telah terbit bersamaan dengan tenggelamnya matari. Dengan cepat ia naik dan kaki langit, mengunjungi segala dan semua yang tersentuh cahayanya. Juga hutan, juga laut, juga hewan dan manusia. Langit jernih, bersih, dan terang.
“Saya orang Mbatakapidu, tapi ada datang adat di Lukukamaru, senang sekali jalan sudah bagus, sudah ada perubahan,” ungkap Herlina Mora Lambu mengacungkan jempol sementara taangan satunya mememang ikatan kayu bakar di atas kepalanya. Baca juga: Bawaslu Sumba Timur Tegaskan Kades, Lurah dan Perangkatnya Tak Terlibat Politik Selama Kampanye
Jadi, fokusnya bukan “ kapan ” Dia akan datang tetapi “ bagaimana ” Dia akan datang lagi! Dan, yang pasti kedatangan-Nya yang kedua bukanlah suatu rahasia! 1. Kaki-Nya tidak akan pernah menyentuh tanah Orang2 yg percaya akan diangkat bersama-sama di dalam awan untuk bertemu Tuhan di angkasa. Ini bisa kita lihat dalam:
Transfigurasi Kristus adalah peristiwa di mana Yesus dimuliakan di gunung, serta bertemu dengan Musa dan Elia di atas gunung itu. Muka-Nya bercahaya dan penuh dengan kemuliaan. Hal ini merupakan puncak spiritualitas dari Yesus. Pada waktu peristiwa itu, terdapat tiga murid Yesus bersama dengan Dia; Petrus, Yakobus dan Yohanes.
Adapun faktor yang memengaruhi terbentuknya awan adalah sebagai berikut. 1. Suhu udara. Salah satu faktor yang memengaruhi proses pembentukan awan adalah naiknya suhu udara di daratan. Jika suhu daratan naik, uap air akan terangkat ke atas lalu akan mengembang secara adiabatik untuk selanjutnya berubah menjadi awan. 2.
6tww.